Bagaimana Menentukan Batas Beban untuk Choker dan Basket Hitches of Webbing Slings?
Bagaimana Menentukan Batas Beban untuk Choker dan Basket Hitches of Webbing Slings?
2025-08-30
Dalam operasi pengangkatan, ikatan choker dan basket adalah metode pengangkatan yang umum digunakan. Untuk memastikan keselamatan pengangkatan, sangat penting untuk menentukan batas beban dari anyaman sling secara akurat dalam dua jenis ikatan ini.
Ikatan Choker:
Ikatan choker melibatkan pembungkus sling di sekitar beban dan mengamankannya pada satu titik pengangkatan. Metode ini memusatkan gaya pada area kecil, yang dapat menyebabkan pembebanan lokal yang berlebihan. Untuk menentukan batas beban, beban kerja yang dinilai (WLL) dari sling harus dikalikan dengan faktor keamanan, biasanya antara 1,25 dan 1,5 kali, untuk memastikan margin keamanan yang cukup. Jika beban melebihi batas ini, sling dapat gagal atau beban dapat jatuh.
Ikatan Basket:
Ikatan basket membentuk bentuk “U” dengan sling, memasang kedua ujungnya ke dua titik pengangkatan, membuatnya cocok untuk mengangkat benda yang lebih besar dan lebih berat. Karena beban didistribusikan secara merata di kedua titik pengangkatan, kapasitas beban dari ikatan basket lebih tinggi daripada ikatan choker. Untuk menentukan batas beban, beban kerja yang dinilai (WLL) dari sling dapat dikalikan dengan 2 kali, yang merupakan kapasitas gabungan dari dua titik pengangkatan.
Sebagai kesimpulan, penentuan batas beban sling memerlukan pertimbangan metode pengangkatan (choker atau basket), jumlah titik pengangkatan, bahan sling, dan faktor keamanan. Inspeksi rutin terhadap sling dan menghindari kelebihan beban serta penggunaan yang tidak tepat sangat penting untuk memastikan keselamatan pengangkatan.
Bagaimana Menentukan Batas Beban untuk Choker dan Basket Hitches of Webbing Slings?
Bagaimana Menentukan Batas Beban untuk Choker dan Basket Hitches of Webbing Slings?
Dalam operasi pengangkatan, ikatan choker dan basket adalah metode pengangkatan yang umum digunakan. Untuk memastikan keselamatan pengangkatan, sangat penting untuk menentukan batas beban dari anyaman sling secara akurat dalam dua jenis ikatan ini.
Ikatan Choker:
Ikatan choker melibatkan pembungkus sling di sekitar beban dan mengamankannya pada satu titik pengangkatan. Metode ini memusatkan gaya pada area kecil, yang dapat menyebabkan pembebanan lokal yang berlebihan. Untuk menentukan batas beban, beban kerja yang dinilai (WLL) dari sling harus dikalikan dengan faktor keamanan, biasanya antara 1,25 dan 1,5 kali, untuk memastikan margin keamanan yang cukup. Jika beban melebihi batas ini, sling dapat gagal atau beban dapat jatuh.
Ikatan Basket:
Ikatan basket membentuk bentuk “U” dengan sling, memasang kedua ujungnya ke dua titik pengangkatan, membuatnya cocok untuk mengangkat benda yang lebih besar dan lebih berat. Karena beban didistribusikan secara merata di kedua titik pengangkatan, kapasitas beban dari ikatan basket lebih tinggi daripada ikatan choker. Untuk menentukan batas beban, beban kerja yang dinilai (WLL) dari sling dapat dikalikan dengan 2 kali, yang merupakan kapasitas gabungan dari dua titik pengangkatan.
Sebagai kesimpulan, penentuan batas beban sling memerlukan pertimbangan metode pengangkatan (choker atau basket), jumlah titik pengangkatan, bahan sling, dan faktor keamanan. Inspeksi rutin terhadap sling dan menghindari kelebihan beban serta penggunaan yang tidak tepat sangat penting untuk memastikan keselamatan pengangkatan.